SUKABUMI, PERHUTANI (30/07/2026) |Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) dalam rangka menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp12.500.000 untuk medukung perbaikan infrastruktur jalan di Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Perhutani dalam meningkatkan akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung kelncaran operasional angkutan hasil hutan.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Desa Gandasoli pada Selasa (28/07/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Perum Perhutani KPH Sukabumi, Aldy Juliansyah, didampingi oleh Kepala Seksi Keuangan SDM Umum & IT, Didi, serta Asisten Kepala BKPH (Asper KBKPH) Palabuhanratu, Andri beserta jajarannya.
Dalam sambutannya, Wakil Administratur Aldy Juliansyah menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Perhutani terhadap masyarakat sekitar kawasan hutan, khususnya yang berada dalam pengelolaan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Buniwangi, BKPH Palabuhanratu.
“Kami ingin menyampaikan bahwa bantuan ini jangan dilihat dari besar kecilnya nominal yang kami berikan. Namun, yang terpenting adalah bahwa kami hadir dan bisa membantu perbaikan jalan ini. Akses ini bukan hanya vital bagi aktivitas operasional Perhutani untuk angkutan produksi getah pinus, tetapi juga merupakan jalan utama yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat sekitar hutan di wilayah administratif Desa Gandasoli,” ujar Aldy.
Menanggapi bantuan tersebut, Kepala Desa Gandasoli, Ece Kurniawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Perum Perhutani KPH Sukabumi. Ia menilai bahwa bantuan ini sangat krusial bagi warganya.
“Kami mewakili seluruh masyarakat Desa Gandasoli mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Perhutani. Jalan ini adalah akses utama terdekat bagi masyarakat kami menuju Kota Palabuhanratu. Dengan adanya perbaikan ini, mobilitas menjadi lebih lancar dan penjualan hasil bumi para petani kami dapat berjalan dengan baik tanpa terkendala akses rusak,” ungkap Ece.
Melalui program TJSL yang dilaksanakan oleh Perhutani ini merupakan wujud nyata implementasi pengelolaan hutan secara lestari (sustainable forest management) yang tidak hanya berorientasi pada bisnis kayu dan non-kayu (getah pinus), tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/SMI/Chen)